WANO – Warga Desa Wano berkumpul memenuhi Masjid Al-Falah pada Selasa (16/6) malam Rabu. Dengan penuh kekhusyukan, masyarakat menyelenggarakan kegiatan istigotsah dan doa bersama dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah 1448 H.
Acara yang dimulai selepas ibadah salat Magrib ini bertujuan sebagai momentum refleksi diri (muhasabah) sekaligus memanjatkan doa agar Desa Wano senantiasa diberkahi, aman, dan makmur di tahun yang baru.
Lantunan Zikir dan Refleksi Diri
Suasana religius begitu terasa saat lantunan zikir, selawat, dan kalimat-kalimat tayibah bergema di dalam masjid. Acara inti istigotsah dipimpin langsung oleh tokoh agama terkemuka setempat, Kiyai Udin Syamsudin.
Dalam tausiahnya, Kiyai Udin mengingatkan jamaah akan pentingnya memaknai hijrah bukan sekadar perpindahan waktu, melainkan momentum transformasi spiritual menjadi pribadi yang lebih baik.
"Pergantian tahun baru Islam ini harus kita jadikan jembatan untuk berhijrah secara hakiki—meninggalkan kebiasaan buruk dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Semoga di tahun 1448 Hijriah ini, segala hajat baik warga Desa Wano diijabah," tutur Kiyai Udin Syamsudin dalam ceramahnya.
Harapan Kepala Desa untuk Kemajuan Warga
Turut hadir dalam barisan jamaah, Kepala Desa Wano, Solihin, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas tingginya antusiasme dan kekompakan warga yang hadir memenuhi Masjid Al-Falah.
Menurut Solihin, kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan fondasi penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
-
Pesan Kunci Kepala Desa:
-
Menjaga Persatuan: Menjadikan semangat tahun baru Islam sebagai perekat kebersamaan warga.
-
Gotong Royong: Membangun Desa Wano dengan sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat.
-
Keberkahan Desa: Berharap doa bersama ini membawa keselamatan dan menjauhkan desa dari segala marabahaya.
-
"Kehadiran kita semua malam ini adalah bukti bahwa warga Desa Wano adalah masyarakat yang religius dan kompak. Saya berharap semangat kebersamaan di Masjid Al-Falah ini terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan desa kita tercinta," ujar Solihin, S.Pd.I.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin kembali oleh Kiyai Udin Syamsudin, dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah dan ramah tamah antarwarga. Kegiatan berjalan dengan khidmat, aman, dan tertib hingga akhir acara.